- Ratio Aktivitas
Berikut ini beberapa analisa dalam mengukur ratio aktivitas yang dapat digunakan, yaitu :- Rasio Perputaran Piutang
Rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas pengelolaan piutang. Semakin tinggi perputarannya maka semakin baik pula bagi perusahaan.
- Rasio Perputaran Persediaan
Rasio ini digunakan untuk menggambarkan likuiditas perusahaan. Semakin tinggi rasio perputaran persediaan maka semakin baik pula pengelolaan persediaannya.
- Rasio Perputaran Aktiva Tetap
Rasio ini digunakan untuk melihat sejauh mana perusahaan dapat menghasilkan penjualan dengan aktiva tetap yang dimiliki. Semakin besar rasio maka semakin baik bagi perusahaan.
- Rasio Perputaran Total Aktiva
Hampir sama dengan rasio perputaran aktiva tetap, hanya saja yang bedakan adalah pada perhitungan kali ini, yang dihitung adalah total aktiva yang dimiliki perusahaan.
- Rasio Perputaran Piutang
Showing posts with label Akuntansi Umum. Show all posts
Showing posts with label Akuntansi Umum. Show all posts
Thursday, 3 May 2018
Rasio Aktivitas - Pengertian, Macam-Macam, dan Rumus Mengihtungnya
Rasio Liquiditas - Pengertian, Macam-Macam, dan Rumus Menghitungnya
- Ratio Likuiditas
Berikut ini beberapa analisa dalam mengukur ratio likuiditas yang dapat digunakan, yaitu :- Rasio Lancar (Current Ratio)
Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menutup atau membayar kewajiban lancar dengan menggunakan aktiva lancarnya. Sebagai ilustrasi, apabila perbandingannya adalah 1:1 dimana artinya Current Ration-nya adalah 100%, berarti aktiva lancarnya memiliki jumlah yang sama banyak untuk melunasi semua kewajiban lancarnya. Semakin lebih besar dari 100% artinya semakin baik.
- Rasio Cepat (Quick Ratio)
Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menutup atau membayar kewajiban lancar dengan menggunakan aktiva lancar tanpa memasukan nilai persediaannya.
- Rasio Kas (Cash Ratio)
Digunakan untuk membandingkan antara kas dan aktiva lancar setara kas dengan kewajiban lancar. Yang dimaksud dengan aktiva lancar setara kas adalah aktiva yang dapat dengan mudah dan segera diuangkan.
- Rasio Lancar (Current Ratio)
- Ratio Solvabilitas
Berikut ini beberapa analisa dalam mengukur ratio solvabilitas yang dapat digunakan, yaitu :- Rasio Hutang Terhadap Aktiva (Total Debt to Asset Ratio)
Digunakan untuk mengukur persentase besarnya dana yang berasal dari hutang, baik hutang jangka pendek maupun jangka panjang. Semakin rendah rasio ini artinya semakin baik bagi keuangan perusahaan, sebab keamanan dananya semakin baik.
- Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Total Debt to Equity Ratio)
Digunakan untuk mengukur hutang yang dimiliki dengan modal sendiri. Semakin kecil ratio ini maka akan semakin baik untuk perusahaan. Sebaiknya besarnya hutang tidak melebihi modal perusahaan itu sendiri.
- Rasio Hutang Terhadap Aktiva (Total Debt to Asset Ratio)
Rasio Profitabilitas - Pengertian, Macam-Macam, dan Rumus Menghitungnya
Berikut ini macam-macam Rasio Profitabilitas yang digunakan, diantaranya adalah :
1. Margin Laba Kotor (Gross Profit
Margin)
Gross Profit Margin digunakan untuk mengukur seberapa
efisien perusahaan menggunakan bahan dan tenaga kerjanya untuk memproduksi dan
menjual produk-produknya untuk menghasilkan keuntungan. Gross Profit Margin ini merupakan suatu indikator
penting karena dapat memberikan informasi kepada Manajemen maupun Investor
tentang seberapa untungnya kegiatan bisnis yang dijalankan oleh suatu
perusahaan tanpa memperhitungkan biaya tidak langsung.
Rumus untuk menghitung GPM
= Net Sales-Cost of Goods Sold
= Net Sales-Cost of Goods Sold
Net Sales
Semakin
besar persentase atau rasionya, artinya semakin baik kondisi keuangan
perusahaan.
2. Margin Laba Operasi (Operating
Profit Margin)
Operating ratio mencerminkan tingkat efesiansi perusahaan, sehingga ratio yang tinggi menunjukan keadaan yang kurang baik karena berarti bahwa setiap rupiah penjualan yang terserap dalam biaya juga tinggi, dan yang tersedia untuk laba kecil.
Rumus untuk menghitung GPM
= Cost of Goods Sold+Operating Expense
= Cost of Goods Sold+Operating Expense
Net Sales
Semakin rendah
persentase atau rasionya, artinya semakin baik kondisi keuangan perusahaan.
Rendahnya rasio menunjukkan perusahaan mampu memperoleh penjualan bersih yang
besar namun tetap efisien terhadap biaya yang dikeluarkan
3. Margin Laba Bersih (Net Profit
Margin)
Net Operating Margin digunakan untuk mengukur seberapa efisien manajemen mengelola perusahaannya dan juga memperkirakan profitabilitas masa depan berdasarkan perkiraan penjualan yang dibuat oleh manajemennya. Net Profit Margin lebih mendalam dari Gross Profit Margin dan lebih meyakinkan manajemen dalam menilai kondisi perusahaan.
Rumus untuk menghitung GPM
= Net Sales-(Cost of Goods Sold+Operating Expense)
= Net Sales-(Cost of Goods Sold+Operating Expense)
Net Sales
Semakin
besar persentase atau rasionya, artinya semakin baik kondisi keuangan
perusahaan.
4. Return On Assets (ROA)
Return On
Asset (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva
yang digunakan dalam perusahaan. Return On Asset (ROA) merupakan suatu ukuran
tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya.
Menurut Kasmir (2008, hal 201) Return On Assets (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan.
Menurut
Tandelilin (2003:240), “ ROA menggambarkan sejauh mana kemampuan asset-aset
yang dimiliki perusahaan untuk dapat menghasilkan laba, Rasio ROA diperoleh
dengan membagi laba sebelum bunga dan pajak dengan jumlah asset perusahaan”.
Dari
pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Return On Asset (ROA) adalah rasio
yang menunjukkan seberapa banyak laba bersih yang bisa diperoleh dari seluruh
kekayaan yang dimiliki perusahaan. Laba yang dihitung adalah laba sebelum bunga
dan pajak atau EBIT (Earning Before Interest and Tax).
Rumus untuk menghitung ROA
= Net Profit Before Taxes
= Net Profit Before Taxes
Average Total Assets
Nilai ROA
yang semakin mendekati 1 , berarti semakin baik profitabilitas perusahaan
karena setiap aktiva yang ada dapat menghasilkan laba.
5. Return On Investment (ROI)
Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba terhadap investasi yang telah dikeluarkan. ROI ( Return On Invesment ) mencerminkan kemampuan manajemen dalam mengatur aktiva-aktivanya seoptimal mungkin sehingga dicapai laba bersih yang diinginkan.
Rasio ini
mengukur kemampuan perusahaan dengan jumlah aktiva yang digunakan dalam operasi
perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Rasio ini menunjukkan
produktivitas dari seluruh dana
perusahaan baik modal pinjaman maupun modal sendiri. Laba yang
digunakan adalah laba yang telah dikurangi pajak atau EAT ( Earning After Tax)
atau Net Profit After Taxes
Return On
Investment (ROI), merupakan pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan
didalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia
didalam perusahaan.
Menurut S.
Munawir (2007:89), Return On Investment (Roi) merupakan bentuk dari rasio
profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan yang berasal dari keseluruhan dana pada aktiva yang
digunakan untuk operasional perusahaan.
Menurut
Sutrisno (2001:255), Return On Investment (Roi) adalah suatu ukuran kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang digunakan untuk menutup investasi
yang telah dikeluarkan
Rumus
untuk menghitung ROI
= Net Profit After Taxes
= Net Profit After Taxes
Total
Assets
Semakin
kecil/rendah rasio ini semakin tidak baik.
Hal tersebut menunjukkan bisnis perusahaan tersebut akan mengalami
kesulitan untuk berkembang di masa yang akan datang dan bahkan dalam jangka
panjang akan mengalami kegagalan, demikian juga sebaliknya.
6. Return On Equity (ROE)
ROE digunakan untuk mengukur kemampuan suatu emiten dalam menghasilkan laba dengan bermodalkan ekuitas yang sudah diinvestasikan pemegang saham.
Menurut
Kasmir (2008, hal 204) bahwa hasil pengembalian ekuitas atau return on equity
atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih
sesudah pajak dengan modal sendiri.
Sedangkan menurut Lukman Syamsuddin (2009, hal
64) menyatakan : “Return On Equity (ROE) merupakan suatu pengukuran dari
penghasilan (income) yang tersedia bagi para pemilik perusahaan (baik pemegang
saham biasa maupun pemegang saham preferen) atas modal yang mereka investasikan
di dalam perusahaan.”
Secara kasat
mata memang return on equity memperlihatkan efesiensi perusahaan dalam
menggunakan modalnya namun ROE tidak memasukkan hutang terhadap perhitungan
efisiensi tersebut sehingga perusahaan yang memiliki hutang besar akan luput
dari indikator ini. Oleh karena itu banyak investor pula yang tidak menggunakan
ROE dan menggunakan Return On Asset (ROA) sebagai indikator karena ROA memperlihatkan
efisiensi perusahaan dalam menggunakan seluruh asetnya dan termasuk
hutang-hutangnya.
Rumus untuk menghitung ROE
= Net Profit After Taxes
= Net Profit After Taxes
Average
Equity
Hasil
perhitungan ROE mendekati 1 menunjukkan semakin efektif dan efisien penggunaan
ekuitas perusahaan untuk menghasilkan pendapatan, demikian sebaliknya jika ROE
mendekati 0 berarti perusahaan tidak mampu mengelola modal yang tersedia secara
efisisen untuk menghasilkan pendapatan.
Sunday, 29 April 2018
Rasio Keuangan - Pengertian secara singkat dan Jenis-jenisnya
Rasio keuangan atau rasio finansial memiliki
peranan penting dalam menjalankan bisnis atau usaha. Setiap pimpinan
suatu perusahaan sudah seharusnya memahami pentingnya menganalisa rasio
keuangan ini karena akan membantu pimpinan perusahaan dalam menentukan
kebijakan dalam menjalankan perusahaan.
A. Arti Rasio Keuangan
Ratio keuangan atau rasio keuangan atau rasio finansial merupakan
suatu alat dalam menganalisa dan mengukur kinerja perusahaan dengan
menggunakan parameter kondisi atau data keuangan perusahaan tersebut.
Data – data keuangan tersebut biasanya diambil dari laporan keuangan
yang ada seperti neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dll.
B. Jenis Rasio Keuangan
Secara umum, rasio keuangan dibagi menjadi 4 (empat) yaitu :
- Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
Ratio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan untuk perusahaan. Rasio profitabilitas dianggap memiliki peranan yang krusial bagi kelangsungan perusahaan karena “urat nadi” suatu perusahaan akan bergantung dari sejauh mana perusahaan bisa mendapatkan keuntungan. - Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Ratio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar atau melunasi utang atau kewajiban dalam skala jangka pendek yang harus segera dipenuhi. - Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio)
Ratio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi semua kewajibannya, baik kewajiban jangka panjang maupun jangka pendek, utamanya apabila disaat perusahaan yang bersangkutan harus dilikuidasi. - Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur keefektifan atau efisiensi perusahaan dalam menggunakan aktiva – aktiva yang dimilikinya.
Tujuan dan Manfaat Perusahaan Melakukan 'Go Public'
Jika
sebuah perusahaan yang telah berbentuk badan hukum seperti Perseroan
Terbatas (PT) bermaksud mencari tambahan dana untuk ekspansi usahanya,
maka perusahaan itu bisa melakukan pencarian dana melalui beberapa
alternatif salah satunya adalah menerbitkan obligasi yaitu merupakan pinjaman berupa utang jangka
panjang atau menerbitkan saham.
Penerbitan obligasi atau saham dilakukan
melalui pasar modal. Jika perusahaan memilih alternatif dengan
menerbitkan saham maka langkah-langkah yang dilakukan perusahaan adalah
dengan melakukan go public.
Go public merupakan penawaran efek/surat berharga kepada masyarakat
umum, baik perorangan maupun lembaga untuk pertama kalinya. Pertama
kali, artinya bahwa pihak emiten/perusahaan menerbitkan efek untuk
pertama kalinya dan melakukan penjualan efek tersebut di pasar perdana.
Peristiwanya disebut penawaran efek/surat berharga, sedangkan kegiatan
ini disebut sebagai pasar perdana. Efek yang telah dijual ke masyarakat
umum, selanjutnya akan dicatatkan di Bursa efek. Pemegang saham atau
sering disebut sebagai pemodal akan melakukan transaksi di pasar
sekunder yang biasanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.
Berikut beberapa istilah enurut Undang-undang Republik Indonesia No.8 Tahun 1995 tentang pasar modal :
1) Penawaran umum
adalah kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten untuk menjual
efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam
undang-undang ini dan peraturan pelaksanaannya.
2) Emiten
Adalah pihak yang melakukan penawaran umum. Dalam proses go public, melibatkan banyak pihak antara lain :
- Emiten atau investee;
- Penjamin emisi atau underwriter;
- Afen
- Pemodal atau investor.
Perusahaan yang telah melakukan go-public disebut perusahaan publik atau
terbuka, sehingga sering ditambahkan istilah "Tbk" (terbuka), artinya
perusahaan tersebut telah menjadi milik masyarakat pemegang saham dari
perusahaan yang bersangkutan. Besarnya kepemilikan tergantung dari
besarnya jumlah lembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham. Kegiatan
dalam rangka go public sering atau untuk penawaran umum saham ini
sering disebut Initial Public Offering (IPO).
>>Tujuan Perusahaan yang
melakukan go public antara lain:
1) Mendapatkan dana untuk perluasan usaha (ekspansi) atau diversifikasi usaha dan memperbaiki struktur modal perusahaan.
2) Meningkatkan nilai perusahaan (shareholder value).
3) Melepaskan sahamnya untuk mendapatkan keuntungan (divestasi)
>>Adapun manfaat perusahaan melakukan go public, antara lain:
1) Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta memiliki saham perusahaan
2) Dapat memperoleh dana yang relatif besar dan diterima sekaligus.
3) Proses relatif lebih mudah dan biayanya juga relatif lebih murah.
4) Emiten lebih dikenal masyarakat.
5) Promosi tidak langsung dan secara terus-menerus
6) Image perusahaan menjadi lebih baik.
7) Daya saing perusahaan meningkat
8) Mendapatkan akses ke basis pemodal yang lebih luas.
>>Adapun beberapa konsekuensi yang harus ditanggung perusahaan setelah melakukan go public, yaitu antara lain:
1) Emiten dituntut lebih terbuka, sehingga dapat memacu perusahaan untuk meningkatkan profesionalisme.
2) Perusahaan dituntut untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan.
3) Perusahaan harus mengikuti peraturan-peraturan pasar modal mengenai kewajiban pelaporan.
*Persiapan Go public
Untuk go public, perusahaan perlu melakukan persiapan internal dan
persiapan dokumentasi sesuai dengan persyaratan untuk go public atau
penawaran umum, serta memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh
Baperpam. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi bagi perusahaan yang
akan melakukan go public antara lain:
1) Emiten berkedudukan di Indonesia.
2) Pemegang saham minimal 300 orang.
3) Modal disetor penuh sekurang-kurangnya tiga miliar rupiah.
4) Setelah diaudit, selama dua tahun buku terakhir berturut-turut memperoleh laba.
5) Laporan keuangan telah diperiksa akuntan publik untuk dua tahun
terakhir berturut-turut dengan peryataan wajar tanpa pengecualian untuk
tahun terakhir.
6) Untuk Perbankan harus memenuhi kriteria sebagai Bank sehat dan memenuhi kecukupan modal sesuai ketentuan Bank Indonesia.
Friday, 26 January 2018
PENGANTAR AKUNTANSI
A. Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah proses
mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi, untuk
memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi
mereka yang menggunakan informasi tersebut.
Pengertian Akuntansi berdasarkan bidang ilmu tertentu :
Akuntansi sebagai seni :
Akuntansi adalah seni mencatat, menggolongkan dan meringkas transaksi
dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara tertentu dan dalam
bentuk satuan uang, serta menafsirkan hasil-hasilnya, dikatakan sebagai
seni maka yang dimaksud adalah cara menerapkannya.
Akuntansi sebagai sains :
Akuntansi sebagai bidang pengetahuan yang menjelaskan fenomena akuntansi secara objektif, apa adanya, dan bebas nilai.
Akuntansi sebagai teknologi :
Penggunaan pengetahuan ilmiah dalam suatu wilayah negara untuk
menyediakan informasi keuangan dalam rangka mencapai tujuan sosial dan
ekonomik. Perekayasaan pelaporan keuangan dalam suatu masyarakat
(negara) dalam rangka pencapaian tujuan Negara.
B. Manfaat Informasi Akuntansi
Informasi akuntansi keuangan menunjukkan kondisi keuangan dan hasil
usaha suatu perusahaan yg digunakan oleh para pemakai sesuai dgn
kepentingan masing-masing.
Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas.
Tujuan laporan keuangan memberikan informasi mengenai:
- posisi keuangan,
- kinerja keuangan
- arus kas entitas
yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.
Laporan keuangan menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
- Laporan keuangan menyajikan informasi :
- aset;
- liabilitas;
- ekuitas;
- pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian;
- kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik
- arus kas
Manfaat Laporan Keuangan :
=> Bagi Investor : Penanam modal berisiko dan penasihat
mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil
pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan
informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau
menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi
yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk
membayar dividen.
=> Karyawan : Karyawan dan kelompok-kelompok yang
mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan
profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi yang
memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan
balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja.
Pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan
yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta
bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
=> Pemasok dan kreditor usaha lainnya : Pemasok dan
kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan
mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada
saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam
tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau
sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup
perusahaan.
=> Pelanggan : Para pelanggan berkepentingan dengan
informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka
terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada
perusahaan.
=> Pemerintah : Pemerintah dan berbagai lembaga yang
berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya
dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga
membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan
kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan
nasional dan statistik lainnya.
=> Masyarakat : Perusahaan mempengaruhi anggota
masyarakat dalam berbagai cara. Misalnya, perusahaan dapat memberikan
kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang
yang diperkerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik.
Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi
kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan
serta rangkaian aktivitasnya.
I.3 Bidang Akuntansi
Bidang – bidang akuntansi diantaranya adalah:
- Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Bidang ini berkaitan dengan akuntansi untuk suatu unit ekonomi
secara keseluruhan. Bidang ini berhubungan dengan pelaporan keuangan
untuk pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan yang dihasilkan bersifat
serba guna (general purpose). Akuntansi Keuangan adalah bidang
akuntansi yang kegiatannya meliputi pencatatan kegiatan finansial yang
bertujuan untuk dapat menyajikan laporan keuangan yang meliputi neraca,
laporan laba rugi dan laporan perubahan modal atau laporan laba ditahan
selama jangka waktu tertentu. Laporan keuangan ini dapat dimanfaatkan
oleh pihak- pihak yang membutuhkan sebagai informasi guna pengambilan
keputusan dan kebijakan yang rasional dan relevan.
- Pemeriksaan Akuntansi (Auditing)
Pemeriksaan akuntansi (auditing) adalah bidang Akuntansi yang
melaksanakan kegiatan pemeriksaan terhadap hasil pencatatan dan laporan
keuangan suatu badan, baik perusahaan maupun pemerintah. Bidang ini
berhubungan dengan audit secara bebas terhadap laporan yang dihasilkan
oleh akuntansi keuangan. Walaupun tujuan utama audit adalah agar
informasi akuntansi yang disajikan dapat dipercaya namun terdapat
tujuan lainnya seperti ketaatan terhadap kebijakan, prosedur serta
menilai efesiensi dan efektifitas suatu kegiatan. Konsep yang mendasari
auditing adalah objektifitas dan independensi dari pemeriksa serta
kerahasiaan serta pengumpulan bukti-bukti yang cukup relevan.
- Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Akuntansi Manajemen adalah bidang Akuntansi yang bertujuan memberikan
informasi kepada manajemen dalam menjalankan usahanya. Banyak hal yang
terdapat dalam Akuntansi Biaya yang data-datanya dimanfaatkan oleh
Akuntansi Manajemen. Jadi, meskipun kedua bidang akuntansi ini berbeda
tujuannya, namun dalam pelaksanaannya dapat dilakukan secara bersamaan
Beberapa kegunaan akuntansi manajemen adalah mengendalikan kegiatan
perusahaan, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam
pengambilan keputusan. Pengendalian perusahaan melalui aktivitas
yang dijalankan (activity based management) merupakan tren baru dalam
akuntansi manajemen.
- Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi Biaya adalah bidang Akuntansi yang mencatat dan menghitung
serta menganaiisis data biaya pada perusahaan industri dalam usaha
menentukan besalnya harga pokok produksi suatu barang atau produk. Untuk
itu dengan Akuntansi Biaya akan didapatkan laporan harga untuk menyusun
laporan keuangan.
Bidang ini menekankan pada penetapan dan kontrol atas biaya.
Akuntansi biaya telah mengarahkan pada penetapan biaya berdasarkan
aktivitas (activity based costing). Fungsi utama akuntansi biaya adalah
mengumpulkan dan menganalisis data mengenai biaya, baik biaya yang
telah maupun yang akan terjadi.
- Akuntansi Perpajakan
Perpajakan adalah bidang akuntansi yang menekankan pada masalah pajak
yang harus dibayar oleh perusahaan atau perseorangan kepada pemerintah.
Dalam perpajakan akan dibahas tentang hukum-hukum dan
perhitungan-perhtiungannya dalam usaha menetapkan besamya pajak
tersebut.
- Peranggaran (Budgeting)
Peranggaran adalah bidang Akuntansi yang melakukan kegiatannya dengan
menyusun anggaran, baik pendapatan maupun biaya atas dasar.
pedoman-pedoman tertentu maupun standar dari suatu badan. Anggaran
merupakan pedoman bagi perusahaan, perorangan atau pemerintah dalam
melakukan kegiatan finansialnya di masa yang akan datang.
Bidang ini berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai
kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa datang serta
analisis dan pengawasannya. Anggaran adalah sarana untuk menjabarkan
tujuan perusahaan. Anggaran berisi rencana kegiatan yang akan
dilaksanakan serta nilai uangnya di masa datang.
7. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)
Akuntansi Pemerintahan adalah bidang Akuntansi Keuangan yang
diterapkan di lembaga pemerintahan. Akuntansi Pemerintahan ini bertujuan
untuk menyajikan laporan keuangan, pengendalian dan pengawasan keuangan
pemerintah/negara. Akuntansi pemerintahan diharapkan dapat mengatur
administrasi keuangan negara dengan baik’
Bidang ini mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan
transaksi-transaksi di badan pemerintahan. Akuntansi pemerintahan
menyediakan laporan akuntansi tentang aspek kepengurusan dari
administrasi keuangan negara.
- Sistem Akuntansi (Accounting System)
Sistem Akuntansi adalah bidang Akuntansi yang melaksanakan kegiatan
dengan merancang cara melakukan pencatatan akuntansi supaya aman,
efektif dan efisien, mulai dari mengorganisir dokumen, formulir-formulir
dan menyusun prosedur pencatatannya.
- Akuntansi Pendidikan
Akuntansi Pendidikan adalah bidang akuntansi berupa pelayanan
pendidikan akuntansi kepada masyarakat melalui berbagai lembaga pendidik
yang ada agar menghasilkan para akuntan terampil dan professional.
I.4 Profesi Akuntansi
Bidang profesi akuntan dapat digolongkan menjadi beberapa yaitu:
- Akuntan Publik
- Akuntan Swasta
- Akuntan Pemerintah
- Akuntan Pendidik
sumber : https://pengantarakuntansi1.wordpress.com
Tuesday, 24 October 2017
Pentingnya Keberadaan Seorang Auditor Independen
Informasi Akuntansi merupakan bagian yang terpenting dari seluruh informasi yang diperlukan oleh manajemen. Informasi akuntansi terutama berhubungan dengan data keuangan dari suatu perusahaan. Agar data keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak manajemen maupun pihak di luar perusahaan, maka data tersebut perlu disusun dalam bentuk-bentuk yang sesuai juga.
Informasi akuntansi yang dihasilkan dari suatu sistem dibedakan menjadi dua, yaitu:
- informasi akuntansi keuangan
- informasi akuntansi manajemen
Akuntansi keuangan disusun terutama untuk menghasilkan informasi, biasanya dalam bentuk laporan keuangan, yang ditujukan pada pihak-pihak di luar perusahaan.
Akuntansi manajemen disusun terutama untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan oleh manajemen. Biasanya informasi yang digunakan oleh manajemen terutama berkisar pada biaya, sehingga sering disebut juga dengan akuntansi biaya.
Di era globalisasi seperti sekarang ini, kebutuhan akan informasi akuntansi yang berupa laporan keuangan semakin meningkat. Pihak-pihak yang berkepentingan membutuhkan akuntabilitas dan transparansi dari informasi akuntansi tersebut. Namun tidak dapat kita pungkiri bahwa kemungkinan terjadinya human error atau ketidakpahaman dalam mengelola informasi akuntansi sering terjadi. Hal ini dapat menghambat kinerja perusahaan dan memeperburuk citra perusahaan. Untuk itulah perlu dilakukan General Check Up terhadap kesehatan suatu perusahaan.
Tujuan dilakukannya audit adalah untuk menentukan apakah policy manajemen dan sistem & prosedur yang telah ditetapkan dilaksanakan dan berjalan dengan baik. Audit membantu membantu manajemen dalam hal:
- Meningkatkan ketelitian & keandalan
- Mendorong ketelitian & dilaksanakannya kebijakan perusahan
- Mengamanakan sumber-sumber pemborosan, kecurangan & ketidakefisienan
- Meningkatkan efisiensi
- Mampu melindungi asset perusahaan dan policy manajemen terhadap kelemahan manusia
Dalam hal ini adalah sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk secara rutin dilaksanakan pemeriksaan atau kita sebut Audit atas Laporan Keuangan Perusahaan. Hasil Audit juga dapat meningkatkan kepercayaan manajemen dan pihak luar untuk melakukan investasi lebih lanjut ke dalam peusahaan tersebut.
Berikut adalah salah satu Auditor, Akuntan Publik bersertifikat sekaligus Konsultan Ekonomi yang telah berpengalaman melakukan audit dan reviu atas Laporan Keuangan beberapa instansi besar dan strategis. Silahkan kunjungi situs KJA Hartman, Ak.,CA
Berlokasi di kota Kembang Bandung, kita bisa mendapatkan advice ekonomi dan keuangan lebih lanjut dan insyaAllah akan direspon dengan baik