AKUNTAN INDEPENDEN: Akuntansi Umum
Showing posts with label Akuntansi Umum. Show all posts
Showing posts with label Akuntansi Umum. Show all posts

Thursday, 3 May 2018

Rasio Aktivitas - Pengertian, Macam-Macam, dan Rumus Mengihtungnya

May 03, 2018 0
Rasio Aktivitas - Pengertian, Macam-Macam, dan Rumus Mengihtungnya
  • Ratio Aktivitas
    Berikut ini beberapa analisa dalam mengukur ratio aktivitas yang dapat digunakan, yaitu :
    1. Rasio Perputaran Piutang
      Rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas pengelolaan piutang. Semakin tinggi perputarannya maka semakin baik pula bagi perusahaan.Perputaran Piutang - Ratio Keuangan
    2. Rasio Perputaran Persediaan
      Rasio ini digunakan untuk menggambarkan likuiditas perusahaan. Semakin tinggi rasio perputaran persediaan maka semakin baik pula pengelolaan persediaannya.Perputaran Persediaan - Ratio Keuangan
    3. Rasio Perputaran Aktiva Tetap
      Rasio ini digunakan untuk melihat sejauh mana perusahaan dapat menghasilkan penjualan dengan aktiva tetap yang dimiliki. Semakin besar rasio maka semakin baik bagi perusahaan.Perputaran Aktiva Tetap - Ratio Keuangan
    4. Rasio Perputaran Total Aktiva
      Hampir sama dengan rasio perputaran aktiva tetap, hanya saja yang bedakan adalah pada perhitungan kali ini, yang dihitung adalah total aktiva yang dimiliki perusahaan.Perputaran Total Aktiva - Ratio Keuangan

Rasio Liquiditas - Pengertian, Macam-Macam, dan Rumus Menghitungnya

May 03, 2018 0
Rasio Liquiditas - Pengertian, Macam-Macam, dan Rumus Menghitungnya
  • Ratio Likuiditas
    Berikut ini beberapa analisa dalam mengukur ratio likuiditas yang dapat digunakan, yaitu :
    1. Rasio Lancar (Current Ratio)
      Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menutup atau membayar kewajiban lancar dengan menggunakan aktiva lancarnya. Sebagai ilustrasi, apabila perbandingannya adalah 1:1 dimana artinya Current Ration-nya adalah 100%, berarti aktiva lancarnya memiliki jumlah yang sama banyak untuk melunasi semua kewajiban lancarnya. Semakin lebih besar dari 100% artinya semakin baik.Current Ratio - Ratio Keuangan
    2. Rasio Cepat (Quick Ratio)
      Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menutup atau membayar kewajiban lancar dengan menggunakan aktiva lancar tanpa memasukan nilai persediaannya.Quick Ratio - Ratio Keuangan
    3. Rasio Kas (Cash Ratio)
      Digunakan untuk membandingkan antara kas dan aktiva lancar setara kas dengan kewajiban lancar. Yang dimaksud dengan aktiva lancar setara kas adalah aktiva yang dapat dengan mudah dan segera diuangkan.Cash Ratio - Ratio Keuangan
  • Ratio Solvabilitas
    Berikut ini beberapa analisa dalam mengukur ratio solvabilitas yang dapat digunakan, yaitu :
    1. Rasio Hutang Terhadap Aktiva (Total Debt to Asset Ratio)
      Digunakan untuk mengukur persentase besarnya dana yang berasal dari hutang, baik hutang jangka pendek maupun jangka panjang. Semakin rendah rasio ini artinya semakin baik bagi keuangan perusahaan, sebab keamanan dananya semakin baik.Debt Ratio - Ratio Keuangan
    2. Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Total Debt to Equity Ratio)
      Digunakan untuk mengukur hutang yang dimiliki dengan modal sendiri. Semakin kecil ratio ini maka akan semakin baik untuk perusahaan. Sebaiknya besarnya hutang tidak melebihi modal perusahaan itu sendiri.Debt Ratio 2 - Ratio Keuangan

Rasio Profitabilitas - Pengertian, Macam-Macam, dan Rumus Menghitungnya

May 03, 2018 0
Rasio Profitabilitas - Pengertian, Macam-Macam, dan Rumus Menghitungnya



Berikut ini macam-macam Rasio Profitabilitas yang digunakan, diantaranya adalah :



1. Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)


Gross Profit Margin digunakan untuk mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan bahan dan tenaga kerjanya untuk memproduksi dan menjual produk-produknya untuk menghasilkan keuntungan. Gross Profit Margin ini merupakan suatu indikator penting karena dapat memberikan informasi kepada Manajemen maupun Investor tentang seberapa untungnya kegiatan bisnis yang dijalankan oleh suatu perusahaan tanpa memperhitungkan biaya tidak langsung. 


Rumus untuk menghitung GPM

Net Sales-Cost of Goods Sold

                 Net Sales


Semakin besar persentase atau rasionya, artinya semakin baik kondisi keuangan perusahaan. 






2. Margin Laba Operasi (Operating Profit Margin)


Operating ratio mencerminkan tingkat efesiansi perusahaan, sehingga ratio yang tinggi menunjukan keadaan yang kurang baik karena berarti bahwa setiap rupiah penjualan yang terserap dalam biaya juga tinggi, dan yang tersedia untuk laba kecil. 


Rumus untuk menghitung GPM 

Cost of Goods Sold+Operating Expense

                 Net Sales



Semakin rendah persentase atau rasionya, artinya semakin baik kondisi keuangan perusahaan. Rendahnya rasio menunjukkan perusahaan mampu memperoleh penjualan bersih yang besar namun tetap efisien terhadap biaya yang dikeluarkan




3. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)


Net Operating Margin digunakan untuk mengukur seberapa efisien manajemen mengelola perusahaannya  dan juga memperkirakan profitabilitas masa depan berdasarkan perkiraan penjualan yang dibuat oleh manajemennya. Net Profit Margin lebih mendalam dari Gross Profit Margin dan lebih  meyakinkan manajemen dalam menilai kondisi perusahaan.


Rumus untuk menghitung GPM 

Net Sales-(Cost of Goods Sold+Operating Expense)

                      Net Sales


Semakin besar persentase atau rasionya, artinya semakin baik kondisi keuangan perusahaan. 






4. Return On Assets (ROA)


Return On Asset (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Return On Asset (ROA) merupakan suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya.


Menurut Kasmir (2008, hal 201) Return On Assets (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan.


Menurut Tandelilin (2003:240), “ ROA menggambarkan sejauh mana kemampuan asset-aset yang dimiliki perusahaan untuk dapat menghasilkan laba, Rasio ROA diperoleh dengan membagi laba sebelum bunga dan pajak dengan jumlah asset perusahaan”.


Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Return On Asset (ROA) adalah rasio yang menunjukkan seberapa banyak laba bersih yang bisa diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan. Laba yang dihitung adalah laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT (Earning Before Interest and Tax). 


Rumus untuk menghitung ROA 

= Net Profit Before Taxes

   Average Total Assets


Nilai ROA yang semakin mendekati 1 , berarti semakin baik profitabilitas perusahaan karena setiap aktiva yang ada dapat menghasilkan laba. 






5. Return On Investment (ROI)


Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba terhadap investasi yang telah dikeluarkan. ROI ( Return On Invesment ) mencerminkan kemampuan manajemen dalam mengatur aktiva-aktivanya seoptimal mungkin sehingga dicapai laba bersih yang diinginkan.


Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dengan jumlah aktiva yang digunakan dalam operasi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Rasio ini menunjukkan produktivitas   dari seluruh dana perusahaan baik  modal   pinjaman maupun modal sendiri. Laba yang digunakan adalah laba yang telah dikurangi pajak atau EAT ( Earning After Tax) atau Net Profit After Taxes 


Return On Investment (ROI), merupakan pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan didalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia didalam perusahaan.


Menurut S. Munawir (2007:89), Return On Investment (Roi) merupakan bentuk dari rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang berasal dari keseluruhan dana pada aktiva yang digunakan untuk operasional perusahaan.


Menurut Sutrisno (2001:255), Return On Investment (Roi) adalah suatu ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang digunakan untuk menutup investasi yang telah dikeluarkan


Rumus untuk menghitung ROI 

Net Profit After Taxes

     Total Assets



Semakin kecil/rendah rasio ini semakin tidak baik.  Hal tersebut menunjukkan bisnis perusahaan tersebut akan mengalami kesulitan untuk berkembang di masa yang akan datang dan bahkan dalam jangka panjang akan mengalami kegagalan, demikian juga sebaliknya.





6. Return On Equity (ROE)


ROE digunakan untuk mengukur kemampuan suatu emiten dalam menghasilkan laba dengan bermodalkan ekuitas yang sudah diinvestasikan pemegang saham.


Menurut Kasmir (2008, hal 204) bahwa hasil pengembalian ekuitas atau return on equity atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.


Sedangkan menurut Lukman Syamsuddin (2009, hal 64) menyatakan : “Return On Equity (ROE) merupakan suatu pengukuran dari penghasilan (income) yang tersedia bagi para pemilik perusahaan (baik pemegang saham biasa maupun pemegang saham preferen) atas modal yang mereka investasikan di dalam perusahaan.”


Secara kasat mata memang return on equity memperlihatkan efesiensi perusahaan dalam menggunakan modalnya namun ROE tidak memasukkan hutang terhadap perhitungan efisiensi tersebut sehingga perusahaan yang memiliki hutang besar akan luput dari indikator ini. Oleh karena itu banyak investor pula yang tidak menggunakan ROE dan menggunakan Return On Asset (ROA) sebagai indikator karena ROA memperlihatkan efisiensi perusahaan dalam menggunakan seluruh asetnya dan termasuk hutang-hutangnya.


Rumus untuk menghitung ROE 

Net Profit After Taxes

     Average Equity


Hasil perhitungan ROE mendekati 1 menunjukkan semakin efektif dan efisien penggunaan ekuitas perusahaan untuk menghasilkan pendapatan, demikian sebaliknya jika ROE mendekati 0 berarti perusahaan tidak mampu mengelola modal yang tersedia secara efisisen untuk menghasilkan pendapatan.






Sunday, 29 April 2018

Rasio Keuangan - Pengertian secara singkat dan Jenis-jenisnya

April 29, 2018 0
Rasio Keuangan - Pengertian secara singkat dan Jenis-jenisnya


Rasio keuangan atau rasio finansial memiliki peranan penting dalam menjalankan bisnis atau usaha. Setiap pimpinan suatu perusahaan sudah seharusnya memahami pentingnya menganalisa rasio keuangan ini karena akan membantu pimpinan perusahaan dalam menentukan kebijakan dalam menjalankan perusahaan.

A. Arti Rasio Keuangan

Ratio keuangan atau rasio keuangan atau rasio finansial merupakan suatu alat dalam menganalisa dan mengukur kinerja perusahaan dengan menggunakan parameter kondisi atau data keuangan perusahaan tersebut. Data – data keuangan tersebut biasanya diambil dari laporan keuangan yang ada seperti neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dll.

B. Jenis Rasio Keuangan

Secara umum, rasio keuangan dibagi menjadi 4 (empat) yaitu :
  1. Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
    Ratio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan untuk perusahaan. Rasio profitabilitas dianggap memiliki peranan yang krusial bagi kelangsungan perusahaan karena “urat nadi” suatu perusahaan akan bergantung dari sejauh mana perusahaan bisa mendapatkan keuntungan. 
  2. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
    Ratio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar atau melunasi utang  atau kewajiban dalam skala jangka pendek yang harus segera dipenuhi.
  3. Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio)
    Ratio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi semua kewajibannya, baik kewajiban jangka panjang maupun jangka pendek, utamanya apabila disaat perusahaan yang bersangkutan harus dilikuidasi.
  4. Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
    Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur keefektifan atau efisiensi perusahaan dalam menggunakan aktiva – aktiva yang dimilikinya.
 
 
 
 
 
 
 
 
 






Tujuan dan Manfaat Perusahaan Melakukan 'Go Public'

April 29, 2018 0
Tujuan dan Manfaat Perusahaan Melakukan 'Go Public'
 
 
 
Jika sebuah perusahaan yang telah berbentuk badan hukum seperti Perseroan Terbatas (PT) bermaksud mencari tambahan dana untuk ekspansi usahanya, maka perusahaan itu bisa melakukan pencarian dana melalui beberapa alternatif salah satunya adalah menerbitkan obligasi yaitu merupakan pinjaman berupa utang jangka panjang atau menerbitkan saham. 
 
Penerbitan obligasi atau saham dilakukan melalui pasar modal. Jika perusahaan memilih alternatif dengan menerbitkan saham maka langkah-langkah yang dilakukan perusahaan adalah dengan melakukan go public.
 
Go public merupakan penawaran efek/surat berharga kepada masyarakat umum, baik perorangan maupun lembaga untuk pertama kalinya. Pertama kali, artinya bahwa pihak emiten/perusahaan menerbitkan efek untuk pertama kalinya dan melakukan penjualan efek tersebut di pasar perdana. Peristiwanya disebut penawaran efek/surat berharga, sedangkan kegiatan ini disebut sebagai pasar perdana. Efek yang telah dijual ke masyarakat umum, selanjutnya akan dicatatkan di Bursa efek. Pemegang saham atau sering disebut sebagai pemodal akan melakukan transaksi di pasar sekunder yang biasanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Berikut beberapa istilah enurut Undang-undang Republik Indonesia No.8 Tahun 1995 tentang pasar modal :
 
1) Penawaran umum
adalah kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam undang-undang ini dan peraturan pelaksanaannya.
 
2) Emiten
Adalah pihak yang melakukan penawaran umum. Dalam proses go public, melibatkan banyak pihak antara lain :
  •  Emiten atau investee; 
  •  Penjamin emisi atau underwriter; 
  •  Afen 
  •  Pemodal atau investor.
 
Perusahaan yang telah melakukan go-public disebut perusahaan publik atau terbuka, sehingga sering ditambahkan istilah "Tbk" (terbuka), artinya perusahaan tersebut telah menjadi milik masyarakat pemegang saham dari perusahaan yang bersangkutan. Besarnya kepemilikan tergantung dari besarnya jumlah lembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham. Kegiatan dalam rangka go public sering atau untuk penawaran umum saham ini sering disebut Initial Public Offering (IPO).
 

>>Tujuan Perusahaan yang melakukan go public antara lain:
 
1) Mendapatkan dana untuk perluasan usaha (ekspansi) atau diversifikasi usaha dan memperbaiki struktur modal perusahaan.
2) Meningkatkan nilai perusahaan (shareholder value).
3) Melepaskan sahamnya untuk mendapatkan keuntungan (divestasi)
 

>>Adapun manfaat perusahaan melakukan go public, antara lain:

1) Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta memiliki saham perusahaan
2) Dapat memperoleh dana yang relatif besar dan diterima sekaligus.
3) Proses relatif lebih mudah dan biayanya juga relatif lebih murah.
4) Emiten lebih dikenal masyarakat.
5) Promosi tidak langsung dan secara terus-menerus
6) Image perusahaan menjadi lebih baik.
7) Daya saing perusahaan meningkat
8) Mendapatkan akses ke basis pemodal yang lebih luas.
 

>>Adapun beberapa konsekuensi yang harus ditanggung perusahaan setelah melakukan go public, yaitu antara lain:
 
1) Emiten dituntut lebih terbuka, sehingga dapat memacu perusahaan untuk meningkatkan profesionalisme.
2) Perusahaan dituntut untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan.
3) Perusahaan harus mengikuti peraturan-peraturan pasar modal mengenai kewajiban pelaporan.
 
 
 

*Persiapan Go public


Untuk go public, perusahaan perlu melakukan persiapan internal dan persiapan dokumentasi sesuai dengan persyaratan untuk go public atau penawaran umum, serta memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh Baperpam. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi bagi perusahaan yang akan melakukan go public antara lain:
1) Emiten berkedudukan di Indonesia.
2) Pemegang saham minimal 300 orang.
3) Modal disetor penuh sekurang-kurangnya tiga miliar rupiah.
4) Setelah diaudit, selama dua tahun buku terakhir berturut-turut memperoleh laba.
5) Laporan keuangan telah diperiksa akuntan publik untuk dua tahun terakhir berturut-turut dengan peryataan wajar tanpa pengecualian untuk tahun terakhir.
6) Untuk Perbankan harus memenuhi kriteria sebagai Bank sehat dan memenuhi kecukupan modal sesuai ketentuan Bank Indonesia.
 
 

Friday, 26 January 2018

PENGANTAR AKUNTANSI

January 26, 2018 0
PENGANTAR AKUNTANSI


A. Pengertian Akuntansi 

Akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

Pengertian Akuntansi berdasarkan bidang ilmu tertentu :

Akuntansi sebagai seni :
Akuntansi adalah seni mencatat, menggolongkan dan meringkas transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara tertentu dan dalam bentuk satuan uang, serta menafsirkan hasil-hasilnya, dikatakan sebagai seni maka yang dimaksud adalah cara menerapkannya.

Akuntansi sebagai sains :
Akuntansi sebagai bidang pengetahuan yang menjelaskan fenomena akuntansi secara objektif, apa adanya, dan bebas nilai.

Akuntansi sebagai teknologi :
Penggunaan pengetahuan ilmiah dalam suatu wilayah negara untuk menyediakan informasi keuangan dalam rangka mencapai tujuan sosial dan ekonomik. Perekayasaan pelaporan keuangan dalam suatu masyarakat (negara) dalam rangka pencapaian tujuan Negara.


B. Manfaat Informasi Akuntansi

Informasi akuntansi keuangan menunjukkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan yg digunakan oleh para pemakai sesuai dgn kepentingan masing-masing.
Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas.

Tujuan laporan keuangan memberikan informasi mengenai:
  • posisi keuangan,
  • kinerja keuangan
  • arus kas entitas
yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.
Laporan keuangan menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
  • Laporan keuangan menyajikan informasi :
    • aset;
    • liabilitas;
    • ekuitas;
    • pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian;
    • kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik
    • arus kas 

Manfaat Laporan Keuangan :

=> Bagi Investor : Penanam modal berisiko dan penasihat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
=> Karyawan : Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja.
Pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
=> Pemasok dan kreditor usaha lainnya : Pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
=> Pelanggan : Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada perusahaan.
=> Pemerintah : Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
=> Masyarakat : Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara. Misalnya, perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang diperkerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.


I.3 Bidang Akuntansi

Bidang – bidang akuntansi diantaranya  adalah:
  1.   Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Bidang ini berkaitan dengan akuntansi  untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan. Bidang ini  berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk pihak-pihak di  luar perusahaan. Laporan yang dihasilkan bersifat serba guna  (general purpose). Akuntansi Keuangan adalah bidang akuntansi yang kegiatannya meliputi pencatatan kegiatan finansial yang bertujuan untuk dapat menyajikan laporan keuangan yang meliputi neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan modal atau laporan laba ditahan selama jangka waktu tertentu. Laporan keuangan ini dapat dimanfaatkan oleh pihak- pihak yang membutuhkan sebagai informasi guna pengambilan keputusan dan kebijakan yang rasional dan relevan.
  1.   Pemeriksaan Akuntansi (Auditing)
Pemeriksaan akuntansi (auditing) adalah bidang Akuntansi yang melaksanakan kegiatan pemeriksaan terhadap hasil pencatatan dan laporan keuangan suatu badan, baik perusahaan maupun pemerintah. Bidang ini berhubungan dengan audit secara bebas  terhadap laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan.  Walaupun tujuan utama audit adalah agar informasi akuntansi  yang disajikan dapat dipercaya namun terdapat tujuan lainnya  seperti ketaatan terhadap kebijakan, prosedur serta menilai  efesiensi dan efektifitas suatu kegiatan. Konsep yang mendasari  auditing adalah objektifitas dan independensi dari pemeriksa serta kerahasiaan serta pengumpulan bukti-bukti yang cukup relevan.
  1.   Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Akuntansi Manajemen adalah bidang Akuntansi yang bertujuan memberikan informasi kepada manajemen dalam menjalankan usahanya. Banyak hal yang terdapat dalam Akuntansi Biaya yang data-datanya dimanfaatkan oleh Akuntansi Manajemen. Jadi, meskipun kedua bidang akuntansi ini berbeda tujuannya, namun dalam pelaksanaannya dapat dilakukan secara bersamaan
Beberapa kegunaan akuntansi manajemen adalah mengendalikan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan. Pengendalian perusahaan melalui aktivitas yang dijalankan (activity based management) merupakan tren baru dalam akuntansi manajemen.
  1.  Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi Biaya adalah bidang Akuntansi yang mencatat dan menghitung serta menganaiisis data biaya pada perusahaan industri dalam usaha menentukan besalnya harga pokok produksi suatu barang atau produk. Untuk itu dengan Akuntansi Biaya akan didapatkan laporan harga untuk menyusun laporan keuangan.
Bidang ini menekankan pada penetapan dan kontrol atas biaya. Akuntansi biaya telah mengarahkan pada penetapan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing). Fungsi utama akuntansi biaya adalah mengumpulkan dan  menganalisis data mengenai biaya, baik biaya yang telah maupun yang akan terjadi.
  1.  Akuntansi Perpajakan
Perpajakan adalah bidang akuntansi yang menekankan pada masalah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan atau perseorangan kepada pemerintah. Dalam perpajakan akan dibahas tentang hukum-hukum dan perhitungan-perhtiungannya dalam usaha menetapkan besamya pajak tersebut.
  1.  Peranggaran (Budgeting)
Peranggaran adalah bidang Akuntansi yang melakukan kegiatannya dengan menyusun anggaran, baik pendapatan maupun biaya atas dasar. pedoman-pedoman tertentu maupun standar dari suatu badan. Anggaran merupakan pedoman bagi perusahaan, perorangan atau pemerintah dalam melakukan kegiatan finansialnya di masa yang akan datang.
Bidang ini berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa datang serta analisis dan pengawasannya. Anggaran adalah sarana untuk menjabarkan tujuan perusahaan. Anggaran berisi rencana kegiatan yang akan dilaksanakan serta nilai uangnya di masa datang.

  7. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)

Akuntansi Pemerintahan adalah bidang Akuntansi Keuangan yang diterapkan di lembaga pemerintahan. Akuntansi Pemerintahan ini bertujuan untuk menyajikan laporan keuangan, pengendalian dan pengawasan keuangan pemerintah/negara. Akuntansi pemerintahan diharapkan dapat mengatur administrasi keuangan negara dengan baik’
Bidang ini mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi di badan pemerintahan. Akuntansi pemerintahan menyediakan laporan akuntansi tentang aspek kepengurusan dari administrasi keuangan negara.
  1. Sistem Akuntansi (Accounting System) 
Sistem Akuntansi adalah bidang Akuntansi yang melaksanakan kegiatan dengan merancang cara melakukan pencatatan akuntansi supaya aman, efektif dan efisien, mulai dari mengorganisir dokumen, formulir-formulir dan menyusun prosedur pencatatannya.
  1. Akuntansi Pendidikan
Akuntansi Pendidikan adalah bidang akuntansi berupa pelayanan pendidikan akuntansi kepada masyarakat melalui berbagai lembaga pendidik yang ada agar menghasilkan para akuntan terampil dan professional.




I.4 Profesi Akuntansi

Bidang profesi akuntan dapat digolongkan menjadi beberapa yaitu:
  1. Akuntan Publik
  2. Akuntan Swasta
  3. Akuntan Pemerintah
  4. Akuntan Pendidik



sumber :  https://pengantarakuntansi1.wordpress.com 










Tuesday, 24 October 2017

Pentingnya Keberadaan Seorang Auditor Independen

October 24, 2017 0
Pentingnya Keberadaan Seorang Auditor Independen
Informasi Akuntansi merupakan bagian yang terpenting dari seluruh informasi yang diperlukan oleh manajemen. Informasi akuntansi terutama berhubungan dengan data keuangan dari suatu perusahaan. Agar data keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak manajemen maupun pihak di luar perusahaan, maka data tersebut perlu disusun dalam bentuk-bentuk yang sesuai juga.
Informasi akuntansi yang dihasilkan dari suatu sistem dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. informasi akuntansi keuangan
  2. informasi akuntansi manajemen
Akuntansi keuangan disusun terutama untuk menghasilkan informasi, biasanya dalam bentuk laporan keuangan, yang ditujukan pada pihak-pihak di luar perusahaan.
Akuntansi manajemen disusun terutama untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan oleh manajemen. Biasanya informasi yang digunakan oleh manajemen terutama berkisar pada biaya, sehingga sering disebut juga dengan akuntansi biaya.

Di era globalisasi seperti sekarang ini, kebutuhan akan informasi akuntansi yang berupa laporan keuangan semakin meningkat. Pihak-pihak yang berkepentingan membutuhkan akuntabilitas dan transparansi dari informasi akuntansi tersebut. Namun tidak dapat kita pungkiri bahwa kemungkinan terjadinya human error atau ketidakpahaman dalam mengelola informasi akuntansi sering terjadi. Hal ini dapat menghambat kinerja perusahaan dan memeperburuk citra perusahaan. Untuk itulah perlu dilakukan General Check Up terhadap kesehatan suatu perusahaan.

Tujuan dilakukannya audit adalah untuk menentukan apakah policy manajemen dan sistem & prosedur yang telah ditetapkan dilaksanakan dan berjalan dengan baik. Audit membantu membantu manajemen dalam hal:
  • Meningkatkan ketelitian & keandalan
  • Mendorong ketelitian & dilaksanakannya kebijakan perusahan
  • Mengamanakan sumber-sumber pemborosan, kecurangan & ketidakefisienan
  • Meningkatkan efisiensi
  • Mampu melindungi asset perusahaan dan policy manajemen terhadap kelemahan manusia 
Dalam hal ini adalah sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk secara rutin dilaksanakan pemeriksaan atau kita sebut Audit atas Laporan Keuangan Perusahaan.  Hasil Audit juga dapat meningkatkan kepercayaan manajemen dan pihak luar untuk melakukan investasi lebih lanjut ke dalam peusahaan tersebut.

Berikut adalah salah satu Auditor, Akuntan Publik bersertifikat sekaligus Konsultan Ekonomi yang telah berpengalaman melakukan audit dan reviu atas Laporan Keuangan beberapa instansi besar dan strategis. Silahkan kunjungi situs KJA Hartman, Ak.,CA

Berlokasi di kota Kembang Bandung, kita bisa mendapatkan advice ekonomi dan keuangan lebih lanjut dan insyaAllah akan direspon dengan baik